Skip to main content

Ahok Bersaksi di Sidang Kasus Korupsi UPS di Pengadilan Tipikor



Alex Usman merupakan terdakwa dalam kasus pengadaan UPS untuk 25 SMA dan SMK pada Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat. Dalam kesaksiannya, Ahok mengaku tidak mengetahui ada anggaran untuk pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di APBD Perubahan 2014. Menurut Ahok, dalam mata anggaran yang diusulkan eksekutif, tidak ada UPS.

Ahok Bersaksi di Sidang Kasus Korupsi UPS di Pengadilan Tipikor
"Saya baru tahu setelah ada ribut-ribut APBD 2015, saya tidak tahu kapan munculnya," kata Ahok di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016). "UPS ini bukan prioritas. Makanya saya bingung, kenapa di APBD 2015 masuk lagi anggarannya untuk sekolah," kata Ahok. Seperti diberitakan sebelumnya, Bareskrim telah menetapkan empat tersangka dalam kasus UPS, dua tersangka dari pihak eksekutif, yaitu Alex Usman dan Zaenal Soleman.
 
Alex diduga melakukan korupsi saat menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan UPS Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat. Sementara itu, dua tersangka lainnya ialah dari pihak DPRD, yaitu Anggota DPRD Fahmi Zulfikar dari fraksi Partai Hanura dan mantan Anggota DPRD Komisi E Muhammad Firmansyah dari fraksi Partai Demokrat.

Sewaktu Ahok bongkar dugaan Korupsi Rp 11 Triliun, Lulung langsung menghilang. Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana menghadiri persidangan UPS dengan saksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Pengadilan Tipikor, Kamis (4/2/2016). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menceritakan kepada hakim tentang awal mula dia menemukan anggaran uninterruptible power supply (UPS). Ahok (sapaan Basuki) mengatakan hal itu ketika dia mengetahui ada upaya memasukkan anggaran sekitar Rp 11 triliun dalam APBD 2015.
 
“Nah, saya ganti semua, Pak, para pejabat Bappeda. Setelah diganti, Bappeda yang baru lapor ke saya ada buku putih dari DPRD minta masukan anggaran tertentu,” ujar Ahok di Pengadilan Tipikor. Ahok mengatakan, dalam buku tersebut, terdapat permintaan anggaran, seperti UPS dan scanner.

Ahok lantas memeriksa APBD tahun sebelumnya untuk memastikan apakah ada anggaran serupa. Saya cek di Bappeda dan ada dokumennya yang sama untuk minta UPS kayak tadi, kata Ahok. Ahok mengatakan, hal ini yang membuat Ahok pada akhirnya bersikeras menggunakan e-budgeting. Ahok memastikan saat ini tidak ada lagi dua versi APBD pada tahun 2016.

Abraham Lunggana alias Lulung hadir di Ruang Sidang Kartika 2 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/2). Saat masuk ke ruang sidang, Lulung sempat bikin heboh dengan teriakannya. "Berani jujur!" katanya. Setelah itu dia duduk dengan tertib. Kedatangan Lulung terbilang tiba-tiba karena hari ini tidak ada jadwal pemeriksaan terhadap dirinya terkait kasus korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS). Tetapi munculnya Lulung punya alasan. Wakil Ketua DPRD itu ingin mendengar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersaksi kepada majelis hakim terkait kasus UPS itu.
 
Saat Ahok sedang memberikan keterangan kepada majelis hakim, di bangku penonton Lulung menyimak dengan santai. Sesekali politikus Partai Persatuan Pembangunan itu cengar-cengir mendengar keterangan Ahok. Dalam beberapa kesempatan dia juga tampak berbisik-bisik dengan rekan di sampingnya. Entah apa yang dia bisikkan. “Akan tetapi, di tengah-tengah jalannya persidangan, Lulung tiba-tiba lenyap.”





Ahok Mau Bongkar Kasus Korupsi UPS Di Persidangan, Malah Terbongkar  Kebohongan Ahok 

Gaya Ahok yang awalnya mau bongkar kasus korupsi UPS, faktanya malah kebohongan Ahok yang terbongkar dipersidangan tersebut. Ahok sempat membantah pernah tandatangani Peraturan Daerah (Perda) APBD-P DKI 2014. Saat bersaksi di persidangan kasus dugaan korupsi UPS, Ahok sempat mengelak dan mengatakan yang tandatangan-istilah dia paraf- saat itu adalah Gubernur Joko Widodo. 

“Setahu saya yang tanda tangan Pak Jokowi,”kata dia, di persidangan untuk terdakwa Alex Usman, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (4/2. Ahok akhirnya mengaku kalau dirinya yang tandatangan. Itu pun setelah kuasa hukum dari Alex menunjukkan dokumen yang menunjukkan adanya tandatangan Ahok. Lalu apa jawaban Ahok saat dokumen itu ditunjukkan? Dia mengaku lupa sudah tandatangani dokumen sepenting itu.

“Saya koreksi, saya koreksi. Sebagai Pelaksana tugas (Plt) waktu itu, saya tanda tangan Perda APBD Perubahan 2014. Saya baru lihat catatan,” dalih dia. Berdasarkan data yang diperoleh Aktual.com, Jokowi saat jadi Gubernur DKI memang sempat tandatangani dokumen terkait Perda APBD-P 2014. Tepatnya, ketika diparipurnakan oleh DPRD di 13 Agustus 2014. Namun, saat Perda APBD-P 2014 yang telah disahkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 7 November 2014, memang Ahok yang tanda tangan selaku Plt gubernur DKI. 

Diketahui, Ahok baru dilantik sebagai gubernur pada 14 November. Sedangkan Jokowi, kala itu telah menjadi presiden, menyusul pelantikan pada 20 Oktober. Sedangkan saat itu meski perda telah diparipurnakan DPRD, namun belum bisa diterapkan. Sebab perlu dikoreksi dan disahkan Kemendagri dahulu.
-------------------------------

Kesaksian AHOK di Pengadilan Negeri Tipikor Soal Kasus Korupsi UPS , Sangat Tegas & Jelas, Sidang Kasus Korupsi UPS: Lulung Pantau Kejujuran Ahok, Bersaksi di Sidang UPS, Ahok: Kalau Tahu Saya Tempeleng, Ahok Bersaksi, Ruang Sidang Pengadilan Tipikor Tumpah Ruah, Perang  Dingin Ahok dan Lulung di Persidangan UPS

Postingan Populer

Sepak Terjang Erdogan Sebagai Pemimpin Turki

Sepak terjang erdogan sebagai pemimpin turki. Apa sajah yang telah dilakukan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sehingan dia pantas dikudeta oleh sebagian kecil militer turki, yang mana kudeta itu tidak di dukung oleh petinggi militer dan rakyat turki. Kudeta yang berlangsung malah tidak mendapatkan dukungan dari rakyat turki dan kudeta gagal.  Untuk mengetahui sepak terja sang presiden turki ini saya sampaikan beberpa atau bahkan sebahagian yang dilakukan Erdogan, untuk negaranya, seperti berikut: Bidang Ekonomi . Meningkatnya Produk Domestik Nasional Turki. Erdogan membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar. Di tahun 2013, Produk Domestik Nasional Turki mencapai 100 M dolar Amerika. Angka tersebut sama dengan pendapatan gabungan 3 negara yang memiliki ekonomi terkuat di Timur Tengah; yaitu Arab Saudi, Uni Emirat arab, Iran, serta ditambah Yordan, Suriah dan Libanon. Meningkatakan Rangking Ekonomi Turki di dunia Dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, p

AKP Ichwan Lubis Polisi Ganteng Beking Bandar Narkoba

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Ichwan Lubis polisi ganteng beking narkoba ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) saat menerima dugaan suap miliaran rupiah dari bandar narkoba. Saat penangkapan, ditemukan uang senilai Rp 2,3 miliar. Selain itu, Ichwan diketahui memiliki rumah mewah dan uang sebesar Rp 8 miliar di rekening pribadinya.  Ichwan merupakan seorang anggota polisi berpangkat AKP dengan kehidupan yang mewah. Rumah Mewah AKP Ichwan Lubis, Polisi yang Diduga Terima Suap dari Bandar Narkoba. Ichwan tinggal tinggal di Jalan Tuasan (Komplek Telkom), Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Medan, Nomor 71 D. Rumah dua lantai yang terlihat megah itu, tak ada orang di dalamnya. Sudah 10 tahun lebih Ichwan tinggal di sana.   Ichwan dikenal sebagai pribadi yang kurang bergaul di mata warga. Sehari-hari, warga menyebut Ichwan pergi bekerja pada pagi hari dan pulangnya malam. Menurut warga setempat dimana Ichwan tingal, Ichwan sering berganti g

Kegiatan Presiden Joko Widodo Di NTT

Sejarah Baru Natal Nasional Bersama Jokowi Dikupang, NTT. Jokowi Bikin Umat Kristiani di Kupang Riuh. Pada perayaan natal Nasional di kupan Nusa Tengara Timur, yang di hadiri oleh Presiden Joko Widodo, yang disambut dengan meriah, khusunya masyarakat kupang dan umumnya masyarakat NTT. sekitar 5000 warga Kota Kupang saat menerima kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang. Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional Tahun 2015 yang digelar di ‎ Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT.  Dalam akunnya Presiden jokowi mengatakan “Kita patut bersyukur merayakan Natal dalam keluarga Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika di mana leluhur bangsa Indonesia telah membuat ikrar satu nusa, satu bangsa, satu bahasa dan bukan satu agama. Mari kita meninggalkan kultur yang penuh kepalsuan, semu, kemunafikan, hanya mementingkan diri sendiri, dan kurang berbagi dengan sesama. Dari Kupang saya ucapkan sekali lagi: Selamat Hari Natal Tahun 2015

Wisata Pantai Batu Payung lombok Tengah NTB

Eksotis-nya Pantai Batu Payung  Pantai Batu Payung pernah dengar pantai ini, kenapa disebut pantai batu payung. Pantai ini berada di pingir laut dengan iconnya sebuah batu yang menyerupai pantai, tetapi tidak sama sekali seperti payung yang kita bayangkan kalau kita butuh untuk berteduh diwaktu panas maupun hujan. Tetapi pantai ini batunya menyerupai payung yang menjulang keatas dengan bagian bawahnya yang mengecil sebagai tegakan dari batu. Tempat wisata pantai batu payung ini merupakan tempat wisata paporit masyarakat lombok, baik turis lokal maupun touris manca negara. Pantai Batu Payung merupakan tempat wisata yang sudah tidak asing ditelinga kita, karena kemunculan di iklan rokok membuat masyarakat menjadi penasaran bagaimana keindahan sesungguhnya bila ditengok secara langsung. Pantai Batu Payung di Lombok Tengah, yang terkenal karena sebuah karang besar yang mirip payung di pesisirnya. Pantai Batu Payung bisa dikatakan primadona di kalangan pantai-p

Siapa cawagub pendamping Ahok 2017

Memilih cawagub Ahok Ahok sebenarnya   Ingin Didampingi Djarot Saiful Hidayat untuk cawagub ahok 2017 Ahok Sudah minta restu ke Megawati. Disaat status Djarot belum jelas, Ahok ternyata telah mempersiapkan calon wakil gubernur yang lain. Heru Budi Hartono Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Jakarta (BPKAD) dan juga mantan walikota jakarta utara. Namanya   menjadi santer akhir ini karena Ahok (BasukiTjahaja Purnama) berencana Heru mendampinginnya menjadi calon wakil gubernur pasangannya. Sedangkan menurut Heru, Kalau itu perintah Pak Gubernur saya siap mendampinginya,Bismillah, menjadi cawagub di Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017. dikantornya lantai 7, Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Namun   Heru tetap berharap agar Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tetap menjadi pendamping Ahok. "Saya doakan Pak Ahok-Djarot direstui," ungkapnya. Heru Budi Hartono menjelaskan, memilih PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta meman

Relatif Post